Kamis, 17 Mei 2012

Hubungan pola asuh orang tua terhadap intensitas temper tantrum pada anak autis di SLB Bhakti Luhur ______________


Mata rantai yang hilang dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah
pembelajaran untuk manjadi orang tua profesional. Orang tua sering terjebak pada
istilah bahwasanya pengasuhan merupakan sebuah kegiatan mengelola anak dengan
cara yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sehingga sebagian orang tua beranggapan
bahwa ketrampilan dalam mengasuh anak bersifat alami tanpa memperdulikan apakah
cara yang pada umumnya mereka anggap tepat memang benar-benar bijaksana untuk
diterapkan kepada anak mereka. Selain dari pada itu penelitian ini dilandasi oleh adanya
fenomena yang perlu diungkap pada masyarakat (orang tua) khususnya yang memiliki
anak dengan gangguan autisme, yang mana pada anak autis memiliki banyak tantrum
dikarenakan kepekaan yang tinggi terhadap stimulus di luar dirinya, sehingga penerapan
model pola asuh orang tua yang tepat guna pembentukan emosi anak yang sehat dan
terkendali sangat dibutuhkan.
Kajian dan pembahasan skripsi ini bertujuan untuk 1). Mengetahui bagaimana
model pola asuh orang tua di SLB Bhakti Luhur ______________ 2). Membuktikan hubungan
antara pola asuh orang tua terhadap intensitas temper tantrum pada anak autis di SLB
Bhakti Luhur ______________. Agar tujuan tersebut tercapai dengan baik maka peneliti
menggunakan pendekatan literatur dan kajian empiris atau penelitian lapangan.
Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan metode kuntitatif, dimana data
yang telah dihasilkan disajikan dalam bentuk angka. Adapun yang menjadi populasi
dalam penelitian ini adalah orang tua penyandang gangguan autis di SLB Bhakti Luhur
______________ khusus kelas autis setara SD yang berjumlah 33 orang. Penelitian ini
menggunakn metode kuantitatif dengan jenis korelasi dan menggunakan teknik
pengumpulan data dengan menggunakan angket (kuisioner).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
model pola asuh tertentu terhadap intensitas temper tantrum pada anak autis. Dari hasil
data yang diperoleh, anak autis yang dibesarkan dalam keluarga dengan model pola
asuh dialogis memiliki intensitas temper tantrum yang lebih rendah dibanding dengan
anak autis yang dibesarkan dengan model pola asuh permisif, dengan hasil pola asuh
dialogis (Rxy = -.567 ; Sig = 0,009 < 0,05). Dan anak yang dibesarkan dengan cara
permisif, hasilnya (Rxy = ,835; Sig = 0,039). Sedangkan pada pola asuh koersif tidak
terdapat korelasi yang signifikan dengan nilai Rxy = 0.585 ; Sig = 0.168 > 0.05. Dengan
penjabaran 21% orang termasuk koersif, 60% termasuk dialogis dan 19% termasuk
permisif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar