Sebuah
kelompok sosial memerlukan ciri atau simbol yang menandakan
keberadaan suatu kelompok tersebut. Simbol ini bisa berupa bendera, lambang dari
kelompok sosial tersebut, atribut-atribut kelompok sosial, serta simbol yang
direpresentasikan pada seni melukis tubuh atau tato. Tubuh, bagi sebagian orang, menjadi
media tepat untuk berekspresi dan eksperimen. Tato merupakan salah satu simbol yang
menandakan keberadaan sebuah kelompok. Simbol berasal dari kata symboling atau
symbolizing yang berarti melambangkan. Simbol secara terminologi memiliki pengertian
bahasa rupa yang diwujudkan dalam bentuk materi gambar yang telah disepakati secara
bersama-sama. Simbol merupakan aspek yang terdalam dari kenyataan yang terjangkau
oleh alat pengenalan lain.
Penelitian ini dilakukan di paguyuban Manunggal Sejati Ning Panguripan.
Penelitian ini mengambil subyek empat orang, tiga orang merupakan anggota sedangkan
satu orang lagi merupakan ketua dari paguyuban tersebut. Paguyuban Manunggal Sejati
Ning Panguripan adalah salah satu aliran kepercayaan yang berkembang diindonesia
yang memiliki dasar sebuah persahabatan dan persaudaraan. Metode penelitian yang
digunakan adalah observasi dan wawancara. Pada proses observasi, penelitian ini
menggunakan observasi partisipan, overt (terbuka) dan alamiah. Alat observasi yang
digunakan adalah anecdotal. Pada wawancara, jenis wawancara yang digunakan yaitu
wawanacara bebas terpimpin (semi-structured interviews).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan narasi.
Penelitian ini nantinya akan menuturkan bagaimana kehidupan sebuah paguyuban
manunggal Sejati ning Panguripan dan atribut yang digunakan. latar belakang masuknya
individu kedalam sebuah paguyuban dan pemahaman seseorang tentang paguyuban
tersebut mencerminkan dalam sebuah pemaknaan indentitas sosial dan tato yang
digambarkan bukanlah tato yang tidak memiliki makna dan arti. Tato yang digambarkan
adalah tato bergambar macan kumbang dan mempunyai sebuah makna.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tato macan didalam sebuah paguyuban
Manunggal Sejati Ning Panguripan adalah sebuah bentuk kekerasan yang tidak ingin
ditunjukkan kedalam sebuah perilaku kekerasan dan tato dijadikan sebuah wadah untuk
mengekang kekerasan tersebut. Tato di paguyuban ini juga merupakan proses munculnya
sebuah identitas yang ditemukan dalam sebuah paguyuban Manunggal Sejati Ning
Panguripan yaitu identitas seduluran, dan Identitas masa lalu. Disisi lain penelitian ini
menemukan bahwa atribut dan simbol yang digunakan adalah mori sebagai lambang
sebuah kesucian jiwa, lambang seduluran, dan tato macan kumbang. Kesemua hal itu
yang menandakan sebuah paguyuban ini dengan paguyuban yang lainnya.
keberadaan suatu kelompok tersebut. Simbol ini bisa berupa bendera, lambang dari
kelompok sosial tersebut, atribut-atribut kelompok sosial, serta simbol yang
direpresentasikan pada seni melukis tubuh atau tato. Tubuh, bagi sebagian orang, menjadi
media tepat untuk berekspresi dan eksperimen. Tato merupakan salah satu simbol yang
menandakan keberadaan sebuah kelompok. Simbol berasal dari kata symboling atau
symbolizing yang berarti melambangkan. Simbol secara terminologi memiliki pengertian
bahasa rupa yang diwujudkan dalam bentuk materi gambar yang telah disepakati secara
bersama-sama. Simbol merupakan aspek yang terdalam dari kenyataan yang terjangkau
oleh alat pengenalan lain.
Penelitian ini dilakukan di paguyuban Manunggal Sejati Ning Panguripan.
Penelitian ini mengambil subyek empat orang, tiga orang merupakan anggota sedangkan
satu orang lagi merupakan ketua dari paguyuban tersebut. Paguyuban Manunggal Sejati
Ning Panguripan adalah salah satu aliran kepercayaan yang berkembang diindonesia
yang memiliki dasar sebuah persahabatan dan persaudaraan. Metode penelitian yang
digunakan adalah observasi dan wawancara. Pada proses observasi, penelitian ini
menggunakan observasi partisipan, overt (terbuka) dan alamiah. Alat observasi yang
digunakan adalah anecdotal. Pada wawancara, jenis wawancara yang digunakan yaitu
wawanacara bebas terpimpin (semi-structured interviews).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan narasi.
Penelitian ini nantinya akan menuturkan bagaimana kehidupan sebuah paguyuban
manunggal Sejati ning Panguripan dan atribut yang digunakan. latar belakang masuknya
individu kedalam sebuah paguyuban dan pemahaman seseorang tentang paguyuban
tersebut mencerminkan dalam sebuah pemaknaan indentitas sosial dan tato yang
digambarkan bukanlah tato yang tidak memiliki makna dan arti. Tato yang digambarkan
adalah tato bergambar macan kumbang dan mempunyai sebuah makna.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tato macan didalam sebuah paguyuban
Manunggal Sejati Ning Panguripan adalah sebuah bentuk kekerasan yang tidak ingin
ditunjukkan kedalam sebuah perilaku kekerasan dan tato dijadikan sebuah wadah untuk
mengekang kekerasan tersebut. Tato di paguyuban ini juga merupakan proses munculnya
sebuah identitas yang ditemukan dalam sebuah paguyuban Manunggal Sejati Ning
Panguripan yaitu identitas seduluran, dan Identitas masa lalu. Disisi lain penelitian ini
menemukan bahwa atribut dan simbol yang digunakan adalah mori sebagai lambang
sebuah kesucian jiwa, lambang seduluran, dan tato macan kumbang. Kesemua hal itu
yang menandakan sebuah paguyuban ini dengan paguyuban yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar