Senin, 21 Mei 2012

Hubungan antara Obesitas dan Harga Diri dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren

Masalah obesitas biasanya dikenal sebagai akibat konsumsi makanan
berlebih, kurang olahraga bahkan mungkin karena faktor turunan. Masalah
obesitas juga sering menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit.
Karenanya, dari sudut kesehatan, lemak tubuh harus dipertimbangkan secara
serius. Obesitas juga dapat menyebabkan rendahnya tingkat harga diri dan
penyesuaian diri individu. Dalam peranannya, semakin tinggi tingkat obesitas
seseorang maka akan diikuti semakin rendah tingkat harga diri dan penyesuaian
dirinya.
Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas,
harga diri dan penyesuaian diri pada remaja putri.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan paradigma penelitian
kuantitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian korelasional. Variabel
penelitian menggunakan 3 variabel yaitu variabel bebas (obesitas), variabel
antara (harga diri), dan variabel terikat (penyesuaian diri). Populasi dalam
penelitian berjumlah 415 siswi dan untuk sample yang diambil ada 40 siswi. Item
yang digunakan dalam angket harga diri berjumlah 36 dan untuk item yang
digunakan dalam angket penyesuaian diri berjumlah 35. Pengambilan data
menggunakan angket dengan skala likert untuk variabel harga diri dan
penyesuaian diri, sedangkan untuk variabel obesitas menggunaan perhitungan
IMT (indeks massa tubuh). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan
menggunakan bantuan SPSS versi 11,5 for windows.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa skor standar obesitas,
diperoleh 5 orang (12,5%) termasuk obesitas kategori tinggi, 35 orang (87,5%)
pada kategori sedang dan 0 orang (0%) pada kategori rendah. Berdasarkan skor
standar harga diri, menghasilkan 6 orang (15%) pada kategori harga diri tinggi, 26
orang (65%) pada kategori sedang dan 8 orang (20%) pada kategori rendah.
Berdasarkan skor standar penyesuaian diri, menghasilkan 8 orang (20%) pada
kategori penyesuaian diri tinggi, 23 orang (57,5%) pada kategori sedang dan 9
orang (22,5%) pada kategori rendah. Hasil penelitian secara keseluruhan remaja
putri memiliki tingkat obesitas sedang sebesar 87,5% atau didapatkan nilai rhitung =
0,188 < rtabel = 0,304 dan signifikansi 0,244 > 0,05 artinya tidak terdapat hubungan
yang positif antara variabel obesitas dan harga diri. Dan memperlihatkan bahwa
mayoritas siswi atau remaja putri berada pada tingkat harga diri sedang sebesar
65%, dengan tingkat rhitung = 0,319 > rtabel = 0,304 dan signifikansi 0,045 < 0,05
artinya terdapat hubungan positif antara varibel harga diri dengan penyesuaian diri
remaja putri di Pondok Pesantren Persis Bangil. Juga memperlihatkan bahwa
mayoritas siswi atau remaja putri berada pada tingkat penyesuaian diri sedang
sebesar 57,5%, dengan tingkat rhitung = 0,482 > rtabel = 0,304 dan signifikansi 0,002

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar